History

Tuesday, January 31, 2012

Basa Rusia Pikeun Urang Sunda (2)

Sanggeus hideup ninénan obrolan sakumaha nu ditétélakeun dina postingan nu kahiji, ayeuna urang bisa ngabogaan kecap basa Rusia saperti nu ditulis dihandap ieu:


izvinityé = punten
Vy = anjeung/hidep
ponimaété = ngarti (jang batur)
po-anglijski = basa Inggris
niyét = (hen)teu
Ya = kuring/kawula
nye = (hen)teu (digunakeun sangges subjek saacan prédikat dina kalimat négatif)
ponimayu = ngarti (jang urang)
nyemnogo = ngan (bosa) saeutik
amerikanyéts = urang Amérika
da = sumuhun/heueuh/nya

Kecap nu ditulis di luhur ngan saukur transliterasi jeung cara macana hungkul tina basa Rusia, sabab hurup aslina mah teu kitu. Di handap ieu hidep bisa kenalan jeung huruf asli Rusiana. 

izvinité = Извините
vy = Ds
ponimaété = понимаете
po-anglijski = по-английски
ya ne ponimayu = Z yt gjybvf.й 
da = дf      
niyét = нет
nemnoga = немного
po-russki = по-русски
Amerikanyéts = американец  


Beda jeung basa Sunda atawa basa nu ngabogaan huruf sorangan jiga Jepang atawa Arab, hurup dina basa Rusia ngabogaan hiji lambang keur hiji sora. Jadi, teu jauh beda jeung huruf-huruf latin ayeuna nu jumlahna 26 ti A nepi k Z. Bedana, Russia ngabogaan 33 huruf. Tah, ieu bakal dibahas dina postingan kahareupna. Di handap ieu ditulis deui obrolan tina hurup Rusia aslina. Cik, coba ku hidep.


Ujang               : Извините, Ds понимаете по-английски?
Vitrofa             : Нет. Z yt gjybvf.й по-английски
Ujang               : Z немного gjybvf.й по-русски.
Vitrofa             : Ds американец?
Ujang               : Дf. Z американец

Hiji catetan: Kalimah tanya dina basa Rusia beda jeung umumna pertanyaan nu make 5W+1H. Contona kalimat: 'Vy Amerikanyets'. Lamun lagamna turun ieu kalimah jadi kalimah berita; kalimah eta hartina "Maneh orang Amerika." Tapi lamun lagamna ka luhur, maka ieu kalimah jadi kalimah tanya; hartina: 'Maneh orang Amerika?"  Jadi, bedana aya dina lagam sora. Beda lagam, maka beda artina. Cag ah![Lingua/FA]   

Wednesday, January 25, 2012

How to Write Aksara Sunda

We're back Linguers! As we promise before, in this session we will explain you how to write Aksara Sunda. Frankly speaking, There's no definite method on how to write Aksara Sunda. Obviously, besides the letter is kind of old, we don't know how those people done it because we are in a different time of century. One can begin to write the main letter of Ngalagena based on one willingness. However, after studying these old letters, we found the effective and efficient way on how to write the Aksara Sunda so that Linguers can maintain such easiness to achieve the learning. 

The images below are just one of the examples on how to write the main letter of Aksara Sunda. By taking a look closer on the red dash-line near the letters you can easily follow it and start to jot it down. The number (1,2, or more) near the red dash-line shows you where you must begin to put your pen and begin to write.    

Example:

This letter belongs to one of the Aksara Sora (Vocal) called "a".

This letter belongs to one of the Aksara Ngalagena called "ka".
This letter belongs to Rarangkén (Vocalization) called "/i/".











Don't worry. You can still study other letters of Aksara Sora, Aksara Ngalgena and Rarangkén by downloading this link. Just click the link: How to Write Aksara Sunda .The file is in Microsoft Office Word in which you can enlarge the images and see the method of writing as we've told you before. Pleased yourself. See you in the next lesson. [Lingua/FA]

Friday, January 20, 2012

Salut!

Hi, Linguers! Lingui punya tebak-tebakan nih. Hal apa yang pertama kali kita pelajari ketika kita belajar bahasa? Bravo! Sapaan. Pernahkah terlintas dalam benak Linguers, kenapa kita harus belajar sapaan? Tentu saja karena kita belajar bahasa untuk berkomunikasi. Dan hal penting untuk memulai komunikasi adalah menyapa. Semua orang di dunia ini, dengan keragaman bahasa mereka, pasti akan sepakat dalam hal ini. Makanya, Lingui akan berbagi tentang ungkapan sapaan  dalam beberapa bahasa.

Bahasa Inggris

Ada banyak contoh ungkapan sapaan (greeting) dalam bahasa Inggris. Lingui yakin, Linguers sudah mengetahui beberapa contohnya. Dalam situasi informal, kita bisa  mengatakan  “hi” atau “hello”. Ada sedikit perbedaan antara “hi” dan “hello” dalam hal formalitas. Hello diyakini lebih formal, walaupun jika kita bandingkan dengan “good morning/afternoon/evening”, “hello” masih tergolong kurang formal. Mari kita lihat penggunaannya dalam dialog. 

Jack       : Hi, I’m Jack.
Jill          : Hi, Jack. I’m Jill. Nice to meet you.
Jack : Nice to meet you, too, Jill.

Dialog di atas adalah contoh sapaan untuk orang yang belum kita kenal. Selain “nice to meet you”, kita juga bisa mengatakan “pleased to meet you” atau “glad to meet you”. Ketiga ungkapan ini akan berbeda maknanya jika kita mengganti “meet” dengan “see”, seperti dalam ungkapan “nice to see you”. Kita hanya  menggunakan “meet” satu kali (ketika kita berkenalan). Sedangkan “see” dapat digunakan berkali-kali ketika kita bertemu kembali dengan orang yang kita kenal. Beberapa literatur juga menyebutkan “how do you do?” sebagai ungkapan dalam berkenalan. Lihat contohnya dalam dialog.

Jack : Hi, I’m Jack.
Jill : How do you do, Jack. I’m Jill.
Jack : How do you do, Jill.

“How do you do” hanya diucapkan pada saat berkenalan karena artinya sama dengan “nice to meet you”. Ketika Linguers ingin menanyakan kabar orang yang sudah dikenal, ungkapan-ungkapan berikut ini bisa menjadi pilihan.

  • How are you?
  • How are you doing? 
  • How are things?
  • How’s life?
  • How’s everything?
  • What’s up?
  • How have you been?

Masih banyak lagi contoh ungkapan sapaan dalam bahasa Inggris. Linguers bisa mengamati penggunaannya dalam film-film atau bacaan berbahasa Inggris untuk memperkaya ungkapan dalam  bahasa universal ini. Ketika kita menggunakan ungkapan-ungkapan tersebut, perhatikan formalitasnya agar komunikasi berjalan dengan baik.

Bahasa Perancis

Menurut Lingui, bahasa ini menantang untuk dipelajari karena keunikannya dalam pelafalan. Kita harus berlatih untuk memunculkan bunyi sengau untuk kata-kata tertentu. Berikut ini adalah contoh dialog sapaan dalam bahasa Perancis (perhatikan pelafalannya dalam tanda kurung)

Celine : Bonjour! (bonzur)
            (Selamat pagi!)
Regina : Bonjour! (bonzur)
            (Selamat pagi!)
Celine : ça va? (sa va)
            (Apa kabar?)
Regina : Bien, merci. Et toi? (byèng, mèrsi. è twa?)
            (Baik, terimakasih. Bagaimana denganmu?)
Celine : Je vais bien aussi. (Ze vé byéng osi)
            (Aku juga baik saja)

  • Salut! (saly)  -  Hai!
  • Bonjour! (Bonzur)  -  Selamat pagi/siang/sore
  • Bonsoir! (Bongswar)  -  Selamat petang/malam
  • Comment allez-vous? (komang talé vu)  - Bagaimana kabar Anda?
  • Comment ça va? (komang sa va)  -  Bagaimana kabarmu?
  • Je vais bien. (ze vé byèng)  -  Kabar saya baik-baik saja
  • Bien. (byèng) - Kabar baik

Sumber:
Damayanti, Elly K. dan Lestari, Emy D. 2008. Belajar Bahasa Perancis Untuk Pemula: Panduan Belajar Bahasa Asing Tanpa Guru. Jakarta: Pustaka Widyatama.

Bahasa Italia

Bahasa Italia relatif lebih mudah dari bahasa Perancis karena pelafalan  kata-katanya yang tidak begitu  berbeda dengan tulisannya. Perhatikan contoh dialog sapaan berikut ini.

Felipe : Salve! (salve)
            (Halo!)
Donna : Salve! Come sta? (salve! Kome sta?)
            (Halo, apa kabar?) 
Felipe : Molto bene, e lei? (molto bene, i lei?)
            (Baik sekali, bagaimana denganmu?)
Donna : Grazie, va bene cosí. (Grazie, va bene cosi)
           (Baik, terimakasih)

Sekarang coba berlatih dengan seorang teman. Tak begitu sulit kan? Baca sesuai tulisannya. e dalam come, salve, dan grazie dilafalkan seperti e dalam kata betul. Sedangkan e dalam kata bene dilafalkan seperti e dalam becak.  Coba berlatih juga dengan beberapa ungkapan berikut.

  • Buon giorno! - (Selamat pagi!)
  • Buon pomeriggio! - (Selamat siang!)
  • Buona sera! - (Selamat malam!)
  • Come va? - (Apa kabarmu?)
  • Ci sentiamo bene - (Kabar kami baik-baik saja)

OK,  Linguers! Sudah mencoba ungkapan dalam ketiga bahasa yang tadi kita bahas? Mana yang lebih sulit? Mana yang lebih disukai? Untuk sementara Lingui berbagi sapaan dalam tiga bahasa yang digunakan oleh orang-orang Eropa. Barangkali Linguers punya kesempatan untuk berbicara dengan orang Eropa, atau bahkan traveling ke Eropa! Ungkapan-ungkapan tadi bisa dipraktekkan, kan?  Tunggu ulasan tentang sapaan di negara-negara lainnya, ya. =) [Lingui/DY]

Cross My Heart

Hi, Linguers! Kali ini Lingui ingin berbagi tentang all about “heart”. Oww…tough, hah? Siapa sih yang nggak punya issue sama kata yang satu ini. Coba kita sandingkan kata ini dengan kata-kata yang lain. Have some ideas? What’s on your mind now? Love? Ache? Beat? I heart you? My heart will go on? Hmm…yang terakhir tadi adalah judul lagu soundtrack yang se-fenomenal filmnya “Titanic”, remember? Ternyata banyak sekali yang bisa kita hubungkan dengan kata yang satu ini. Nah, ada juga beberapa ungkapan atau idiom yang berkaitan dengan “heart”. Check them out

Absence makes the heart grow fonder

Pernahkah Linguers merasakan kehilangan ketika seseorang yang biasanya ada di sisi kita, kemudian tiba-tiba menghilang? Kita tak menyadari betapa berartinya orang tersebut setelah kita kehilangannya. Untuk kasus seperti ini, kita bisa menggunakan idiom Absence makes the heart grow fonder. Idiom ini juga bisa digunakan untuk situasi saat kita jauh dengan orang yang kita sayangi. You know, seperti dalam LDR (Long Distance Relationship). 

It’s been a long time I don’t see him around. Well, absence makes my heart grow fonder to him.

Bare your heart/soul

Linguers punya rahasia? Kepada siapa Linguers mempercayakan rahasia tersebut? Atau siapakah yang biasa menjadi teman diskusi Linguers untuk banyak hal, termasuk pemikiran-pemikiran yang tak biasa? Kalau Linguers punya seseorang yang sangat bisa dipercaya, Linguers bisa menggunakan ungkapan ini.

I’ve known her very well. I bare my soul to her.

Cross My Heart (and hope to die)

Belahlah dadaku! Pernahkah Linguers mengatakan ini? kita biasanya menggunakan ungkapan ini untuk membuat orang lain percaya dengan apa yang kita katakan atau untuk menunjukkan ketulusan hati kita. Dalam bahasa Inggris, kita mengatakan cross my heart.

Cross my heart. I’ll never disappoint you.

Eat your heart out

Ini adalah salah satu ungkapan humor. Biasanya kita menggunakannya untuk menunjukkan bahwa kita lebih baik dari seseorang (yang terkenal) jika kita menyebutkan namanya setelah ungkapan tersebut.

I’m gonna wear the most unique dress at the Halloween party tonight. Eat your heart out Lady Gaga!

After your own heart

Biasanya kita punya beberapa teman yang punya minat yang sama dengan kita. Cobalah menggunakan ungkapan ini untuk mengatakan betapa banyak kesamaan kita dengan orang tersebut.

He is the man after my own heart.

Hmm… menarik ‘kan? Kali ini Lingui hanya berbagi lima ungkapan saja. Masih banyak ungkapan yang berasal dari kata “heart”. Ternyata tidak hanya hal-hal yang berhubungan dengan cinta atau perasaan saja yang bisa diungkapkan dengan kata ini ya. Linguers masih penasaran dengan ungkapan-ungkapan lainnya? Don't miss our updates ya! Cheerio! (Lingui/DY)

Tuesday, January 17, 2012

Basa Rusia Pikeun Urang Sunda

Saéstuna basa Rusia jeung basa Jawa, kitu ogé jeung basa Inggris, téh ngabogaan tali-tumali nu deket. Kusabab, éta kabéh basa téh ngabogaan akar nu sarua, nyaeta asalana ti basa Sanskerta. Bédana, ari basa Rusia jeung basa Inggris mah katelahna aya dina lingkung famili basa Indo-Eropah, tapi ari basa Jawa (Kuna) mah kaasup kana golongan famili basa Indo-Aria nu mangrupakeun cabang ti famili Indo-Eropah. Patut diregepkeun yén basa Jawa Kuna nu ogé katelah ku ngaran basa Kawi, lain kaasup famili basa Melayu-Polinésa sakumaha nu ditétélakeun ku Wilhelm von Humboldt dina bukuna "Mengenai basa Kawi di Pulau Jawa), kusabab jelas yén basa Jawa mah lain basa Indonesia (nu asalna ti Melayu).

Cag ah! Dina kasempetan ieu, lingua rék mikeun matéri diajar bahasa Rusia husus pikeun urang Sunda. Matéri ieu dijieun transkripna tina Pimsleur Language Program nu mangrupa audio digawéan ku Simon jeung Schuster. Kacida ngabantuan pisan ieu transkrip téh kusabab, sakumaha nu dikanyaho ku balarea, yén Pimsleur mah teu nyadiakeun transkrip audio nu dijadikeun bahan pangajarannana.

Materi kahiji nyaéta Ngobrol. Saupamana aya urang Sunda nu ulin ka Rusia, bisa basa Inggris tapi pernah sakapeng diajar basa Rusia, tangtuna mun ngobrol jeung urang Rusia kudu nyaho apa manéhanana téh bisa basa Inggris atawa henteu. Dihandap ieu conto obrolan dina nyanghareupan kaayaan saperti éta.

Obrolan Kahiji

Ujang              : Izvinitye, vy ponimaete po-anglijski?
Vitrofa             : Niyet. Ya nye ponimayu po-anglijski
Ujang              : Ya nyemnogo ponimayu po-russki.
Vitrofa             : Vy amerikanyets?
Ujang              : Da. Ya amerikanyets

Hartina:

Ujang              : Punten, dupi anjeun nyarios basa Inggris?
Vitrofa             : Teu. Kuring mah teu bisa ngomong Inggris.
Ujang              : Sim abdi tiasa saeutik nyarios basa Rusia.
Vitrofa             : Dupi anjeun urang Amerika?
Ujang              : Sumuhun. Kuring urang Amerika (Sabari nahan seuri).

Mugia nu diajar teu nyonto Ujang Udin kudu ngabohong sagala, ngomong yén manéhna urang Amerika padahal mah Amerikana Amerika belah dieueun Garut.Tah ayeuna, kumaha cara macana? Kudu dipikanyaho ku balaréa yén ngomong paké basa Rusia mah teu siga ngomong Sunda, kusabab nu kahiji ngomong basa Rusia mah kudu gancang, sakumaha urang Rusia ngomong, jeung deuih sora 'r'-na kudu bener-bener béntés. Jadi wayahna, matéri ieu kudu terus dicapétangkeun méh létah teu pabeulit. Béda jeung Ujang Udin nu kabeneran ti Garut, jadi sora 'r'-na téh béntés pisan. Kieu macana:

Ujang              : Izvinicyeu, vui peunimaéceu panggeuliski(h)?
Vitrofa             : Niyét. Ya nyi peunimayu panggeuliski(h)
Ujang              : Ya nyimnoga peunimayu paruski(h).
Vitrofa             : Vui amérikanyéts?
Ujang              : Da. Ya amérikanyéts

Dina transliterasi katingal pisan yén basa Rusia ngabogaan kecap ogé cara ucap nu sarua jeung basa Sunda. Aya sora /é/, sora /e/ pepet, jeung sora /eu/. Malahan aya kecap 'nyi' jeung 'geulis' sagala. Ieu ngabuktikeun yén urang Sunda pantes jeung bisa pisan mikawasa basa Rusia. Satuluyna, hiji catetan, yén 'urang' nu ngacu ka warga salasahiji nagara dina basa Rusia, pasti ditungtungan ku kecap 'nyéts' siga dina kecap 'Amerikanyéts'. Ieu prinsip émang dipake dina basa Rusia. Tapi omat, 'nyets' di dieu lain singketan tina sasakala nu ngaran monyét, sabab mun enya kitu, kabéh warga nagara pasti bakal ngamuk ilatan hartina monyét Amerika. Ayeuna, cik ku anjeun diulang-ulang ieu materi sangkan lancar dina ngucapkeunana. Sukur-sukur bisa mangkat ka Rusia. Amin. [FN]       
   

Monday, January 16, 2012

Get A Grip On Sundanese

Basic Lesson of Aksara Sunda

Sampurasun (Greetings!). In this occasion, I would like to deliver a course in learning Sundanese, a language that is used in West Java of Java Island, Indonesia. As one of the common knowledge among Indonesian people, especially those who live in this province, the language of Sunda has already been used since XV century. It is proofed by some evidences through ancient scripts (naskah) upon Palmyra leaves (lontar) such as Carita Parahyiangan, Sanghyang Siksakandang Karesian, Amanat dari Galunggung, etc.

In addition, there are also other written texts that are likely more well-preserved such as metal or copper and stones –that are called prasastifound in Astana Gede Kawali (Ciamis), and Piagem Kabantenan (Banten). Most of the texts are written in Old Sundanese letters (Sunda Buhun or Sunda Kuna).

Just for notification that the letters of Old Sundanese are derived from Pallawa or Pra-Nagari to write Sanskrit in the fifth to eight centuries. Therefore, the letters that I will give in further basically are old-new ones that in some case have their own modification over modern characters based on Unicode standardization of encoding script at Barkeley.   

However, it lessens no essence in learning the language/letters as one of the legacies of the ancestor. In fact, there are some benefits upon the modification of the letters. For an example, one can use the letters within the current language that one uses. This makes an acculturation between the old letters and modern languages these days. Furthermore, despite of artistic consideration of style, I subjectively choose the letters (Ngalagena) rather than the modern one. 

OK. Let’s start to get acquainted with the alphabet of Sundanese letters.


1. Vowel Letters (Aksara Sora), consist of seven letters:





Note:
It is different from modern language in which vowel consists of five phonetics (a, i, u, e, o). In Sundanese language, there are two other vowels that are ‘e’ and ‘eu’. Note that the sound ‘e’ is different from ‘é’ which is the same with the modern one without acute (′).

é as in get /get/
e as in ago /ə`gəυ/ ( ə with short sound)
eu  as in hurt /hз:t/ (without the sound ‘r’ and with long sound rather than ‘e’)
2. Ngalagena Letters (Aksara Ngalagena or consonant), consists of 23:




Note: It supposes that the arrangement of the letter is ka-ga-nga-ca-ja-nya-ta-da-nya and so on. But, considering the easy way in learning and remembering the letters, I intentionally make the arrangement like the one above. Take a look closer to how the letters in each line presents its similarities.

3.  Rarangkén (vocalization), consist of 13 forms:


Note:
Those above are the basic letters of Aksara Sunda that consist of Aksara Sora (vocal), Aksara Ngalagena (consonant), and Rarangkén (vocalization). Henceforth, we will deal with how the Rarangkén modifies Aksara Ngalagena in creating new form of letter.

As what has shown in the third table, some of the Rarangken occupy a certain place in modifying Aksara Sora, namely: (1) above, (2) under, (3) slightly parallel (in front of and behind) of Ngalagena.

A. Rarangkén(s) occupies above Aksara Sora (Ngalagena).

1. Panghulu 

This rarangkén is used to change the vocal sound of the main letter from /a/ to /i/.

Example: The word na becomes ni after applying this panghulu.

2. Pamepet

This one is used to change the vowel sound from /a/ to /e/.

Example: The word na becomes ne.



3. Paneuleung

This one is used to change the vowel from /a/ to /eu/.

Example: The word na becomes neu.


4. Panglayar

This one is used to add the consonant /+r/ in the end of main letter.

Example: The word na becomes nar.

 

5. Panyecek

This one is used to add the consonant /+ng/ in the end of main letter.

Example: The word na becomes nang.




B. Rarangkén(s) occupies under Aksara Sora (Ngalagena).

1. Panyuku

This rarangkén is used to change the vowel sound of the main letter from /a/ to /u/. 
        Example: The word na becomes nu.



2. Panyakra

This rarangkén is used to add /+ra/ in Ngalagena. Please pay attention to its difference from Panglayar. 
        Example: The word na becomes nra.
3. Panyiku

This rarengkén is used to add /+la/ in Ngalagena. It is the same with Panyakra where it can be combined with other Rarengkén such asa Panghulu, Pamepet, etc. 
        Example: The word na becomes nla.




C. Rarangkén(s) occupies parallel (in front of and behind) of Ngalagena.

1. Panéléng

This rarengkén is used to change the vowel sound of the main letter from /a/ to /é/. Watch out! Surely, it is different from Pamepet: there’s an acute (´) in this rarengkén.

           Example: The word na becomes .

 
2. Panolong

This rarengkén is used to change the vowel sound of Ngalagena becomes /o/. Once again, be careful! It is almost the same with Panéléng but actually not.

           Example: The word na becomes no.



c. Pamingkal

This rarengkén is used to add the sound /+ya/ in main letter of Ngalagena.

        Example: The word na becomes nya.



Note: This was only example of modification. Surely, you can use the proper Ngalagena of /nya/ as shown in the table above.


d. Pangwisad

This rarengkén is used to add the sound /+h/ in main letter of   
          Ngalagena.

          Example: The word na becomes nah.



e. Pamaéh or The Killer

This rarengkén is used to omit the vowel sound of Ngalagena. Surely, most of Pamaéh appears in the end of letter of a word.

         Example: The word na becomes n.


D. The Double Rarengkén.

It is the case in which the main letter of Ngalagena applies more than one Rarengkén.

Example: The word na becomes nur by using Panyuku and Panglayar.

 

5. However, there are only three Rarengkén(s) that occupy a modification along Aksara Sora (Vocal) i.e. Panglayar, Panyecek, and Pangwisad.

Example: The vocal a becomes ar, ang, and ah. So do with other Aksara Sora (Vocal).
That’s all the basic lesson of Aksara Sunda. In the next part, we will learn about how to write Aksara Sunda and recognize some of Sundanese words, and how to spell them down. Mangga! (See you later!) [FN]